Artikel: Sensus Penduduk Indonesia Pasca-Proklamasi
Di
Indonesia sensus penduduk pada masa pasca-proklamasi telah dlakukan sebanyak 6
kali, yakni pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, 2010. Sensus penduduk
memang dilakukan selama 10 tahun sekali menurut aturan dari PBB (Perserikatan
Bangsa-Bangsa) dan dilakukan pada tahun dengan digit angka akhir “0”. Aturan
digit yang dgunakan pada sensus penduduk dimaksudkan untuk mempermudahkan
analisis perbandingan data yang bersfat internasional. Berdasarkan aturan itu,
mengapa pada tahun 1961 dan 1971 menggunakan digit akhir “1” ? Pada pelaksaan
sensus penduduk Indonesia pertama dan kedua menggunakan digit akhir 1, hal ini
dilakukan Indonesia dengan berbagai alasan dan pertimbangan yang kemudian di
ubah kembali sesuai aturan pada pelaksanaan berikutnya.
Menurut
skalanya sensus penduduk dibedakan menjadi sensus penduduk secara lengkap
(overall) dan sensus penduduk yang hanya mengambil sampel. Sensus penduduk
lengkap memiliki kekurangan dalam hal kedetailan informasi karena hanya sedikit
informasi yang disediakan dan data yang digunakan sifatnya mendasar, sedangkan
sensus penduduk yang hanya mengambil sampel memiliki informasi yang lebih rinci
karena hanya sebagian orang yang disensus namun data yang didapatkan seringkali
tidak bisa menjadi proyeksi dari keadaan yang sebenarnya.
Berikut ini sensus
yang terjadi pasca-proklamasi Indonesia :
Tahun 1961
Sensus
penduduk yang dillakukan pada tahun 1961 merupakan sensus yang dilakuakan
pertama kali semenjak Indonesia merdeka pada `17 Agustus 1945. Sensus ini
dilaksanakan pada bulan Oktober 1961. Cakupan wilayah yang menjadi target
sensus bisa dbilang masih terbatas, dan tidak mencakup wilayah Irian Jaya dan
Timor Timur, karena belum diakui dan bergabung dengan NKRI. Tidak hanya itu,
wilayah seperti pulau-pulau kecil dan daerah terpencil yang sulit dijangkau
juga menambah daftar masyarakat yang tidak menjadi target sensus, biasanya
terletak diluar daerah Jawa-Bali. Pada sensus penduduk tahun 1961 menggunakan sampel
yang diambil dari perwakilan beberapa rumah tangga, sampel yang digunakan
sebesar 1 persen dari total jumlah rumah tangga yang terdaftar. Dapat dikatakan
hasil sensus penduduk pada tahun 1961 masih belum bisa mencerminkan keadaan wilayah
Indonesia dan data yang didapatkan bisa dibilang masih sederhana.
Tahun 1971
Sensus
ini dilaksanakan pada tanggal 20 September sampai 4 Oktober dengan tanggal
sensus 24 September 1971. Ada banyak wilayah tambahan yang menjadi cakupan
sensus penduduk pada sensus tahun 1971. Seperti wilayah Irian Jaya yang telah bergabung
dan diakui sebagai bagaian dari NKRI. Namun karena pertimbangan keamanan dan
keterjangkauan dari wilayah Irian, hanya dilakukan pencacahan di daerah
perkotaan saja. Dan dengan semakin berkembangnya transportasi dan komunkasi
mengakibatkan daerah terpencil, pulau-pulau kecil yang berpenduduk, dan suku
terasing yang sebelumnya tidak masuk jangkauan sensus kini dapat tercapai.
Wilayah Timor-Timur tidak tercakup dalam sensus karena belum bergabung dengan
NKRI. Meskipun demikian pada sensus kali ini lebih cakupan wilayahnya lebih
luas dari sensus tahun sebelumnya. Sensus tahun 1971 tetap menggunakan sampel namun
terdapat peningkatan dari jumlah sapel yang digunakan menjadi 3,8 persen dari
jumlah rumah tangga yang ada. Sama seperti sensus tahun 1961 data yang
terkumpul dari sensus 1971 dapat dibilang masih relatif sederhana.
Tahun 1980
Sensus
penduduk tahun 1980 merupakan sensus ketiga yang diadakan pemerintahan
Indonesia setelah proklamasi. Sensus 1980 ini dilaksanakan pada tanggal 20
September - 30 Oktober dengan hari sensus pada tanggal 31 Oktober. Cakupan
wilayah pada sensus penduduk tahun 1980 lebih lengkap lagi dengan masuknya
Timor-Timur menjadi bagian dari NKRI dan di Provinsi Irian Jaya pencacahan
sensus sudah memasuki desa-desa terpencil disana. Sensus penduduk tahun 1980 menggunakan
sampel sebesar 5 persen yang diambil dari total jumlah rumah tangga yang ada di
Indonesia. Berbeda dengan sensus penduduk pada tahun-tahun sebelumnya dimana
data yang dikumpulkan masih relatif sederhana, pada tahun ini data yang digunakan
data yang sangat lengkap yang mencapai sekitar 50 variabel. Bisa dikatakan sensus
tahun 1980 satu tingkat lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Tahun 1990
Sensus
penduduk 1990 dilaksanakan pada tanggal 15 September – 31 Oktober dengan hari
sensus pada tanggal 31 Oktober. Sensus penduduk pada pada tahun 1990 dikenal
sebagai sensus dengan cakupan wilayah yang paling lengkap dibandingkan sensus
sebelumnya maupun sesudahnya. Kenapa dapat dikatakan yang paling lengkap? Hal
tersebut dikarenakan hampir semua daerah yang masuk bagian dari NKRI mulai dari
daerah-daerah terpencil, suku-suku terasing, pulau-pulau kecil, daerah Irian
Jaya serta daerah Timor-Timur dapat dilakukan pencacahan untuk kegiatan sensus.
Sama seperti sensus penduduk 1980, sensus penduduk 1990 menggunakan sampel dengan
nilai sama, yakni 5 persen dari total jumlah rumah tangga yang ada di
Indonesia. Masih sama dengan sensus tahun sebelumnya data yang digunakan dalam
sensus tahun 1990 mencapai 50 variabel. Dengan cakupan wilayah sensus yang
hampir lengkap, penggunaan sampel yang cukup tinggi dan variabel data yang
digunakan cukup banyak menjadikan hasil sensus tahun 1990 lebih rinci
dibandngkan tahun-tahun sebelumnya.
Tahun 2000
Berbeda
dengan sensus penduduk tahun-tahun sebelumnya, sensus penduduk tahun 2000 tidak
lagi menggunakan sampel yang diambil dari total jumlah rumah namun melakukan
sensus secara menyeluruh disemua daerah cacahan. Sensus penduduk tahun 2000
dilakukan pada tanggal 1-30 Juli dengan hari sensus 30 Juni. Ada sedikit
perbedaan dari cakupan daerah dari sensus penduduk tahun 2000 ini dibandngkan
dengan tahun tahun sebelumnya. Pada tahun ini daerah pencacahan sensus
mengalami penyusutan wiayah akibat dari keluarnya Timor-Timur dari NKRI. Hasil dari
peristiwa tersebut menyebabkan adanya revisi terhadap hasil dari sensus
tahun-tahun sebelumnya (1980 dan 1990). Kekacauan lainnya adalah masalah
pengungsi dari Timor-Timur yang mengungsi ke wilayah Indonesia yangmana
sebagian dari imigran tesebut tidak terdata oleh pemerintah daerah disana
sehingga tidak tercacah dalam sensus. Karena sensus penduduk tahun 2000 melakukan
sensus menyeluruh hal itu menyebabkan sedikitnya variabel yang digunakan dalam
sensus yang hanya mencapai 15 variabel berbeda jauh dengan sensus tahun
sebelumnya yang mencapai 50 variabel. Data 15 variabel yang digunakan pada
sensus kali ini merupakan data pokok/inti yang menjadikan sensus tahun 2000
tidak serinci tiga tahun sebelumnya. Untuk menutupi kekurangan dari
variabel-variabel yang lain, akan didapatkan dari survai seperti Survai Angkatan
Kerja Nasional (Sakernas) dan Survai Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Karena
hal ini pula yang menjadikan sensus tahun 2000 sulit diperbandingkan dengan
sensus tahun sebelumnya.
Tahun 2010
Sensus
penduduk tahun 2010 adalah sensus penduduk yang keenam kalinya setelah
Indonesia merdeka. Sensus penduduk tahun 2010 pada awalnya dilaksanankan pada
tanggal 1 Mei – 31 Mei 2010. Namun ada beberapa kendala yang terjadi ada
sedikit perubahan dari jadwal yang telah ditentukan dan diundur menjadi 15 Juni
2010 namun ada sumber lain yang mengatakan sensus benar-benar berakhir pada
tanggal 30 Juni. Sama seperti sensus tahun 2000, sensus tahun 2010 tidak
menggunakan sampel melainkan melakukan sensus secara menyeluruh. Meskipun
melakukan sensus secara menyeluruh variabel data yang digunakan tidak sedikit
seperti tahun sebelumnya. Variabel data yang digunakan pada sensus tahun 2010 sebanyak
45 variabel, mulai dari kemampuan baca tulis, kelahiran ataupun kematian 1
tahun yang lalu, kepemilikan fasilitas komunikasi, pemakaian bahan bakar untuk
memasak, dll. Berdasarkan hal tersebut dimana mengguankan sensus menyeluruh dan
variabel data yang cukup banyak membuat sensus tahun 2010 menjadi sensus yang
cukup rinci dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Referensi :
Humas
UGM, 2010, Membaca Sensus Penduduk 2010
dan Implikasinya Terhadap Kebijakan Pembangunan, https://ugm.ac.id/id/berita/2720-membaca-sensus-penduduk-2010-dan-implikasinya-terhadap-kebijakan-pembangunan, diakses pada
28 September 2020, 17:25.
Gischa,
Serafica, 2020, Sejarah Perjalanan Sensus
Penduduk di Indonesia, https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/01/150000069/sejarah-perjalanan-sensus-penduduk-di-indonesia?page=all,
diakses pada 28 September 2020, 17:25.
Tukiran,
2000, Sensus Penduduk di Indonesia,
Jurnal UGM, https://jurnal.ugm.ac.id/populasi/article/download/12328/8988, diakses pada
28 September 2020, 17:25.
Nama : Rizky
Salam /121911433033
Mata kuliah :
demografi
Comments
Post a Comment