Antara Budaya Rural dengan Budaya Urban

Contoh :

Tradisi Tedak Siten

Tradisi yang  telah ada pada masyarakat Jawa pada zaman dahulu dan masih dilaksanakan hingga sekarang. Tradisi ini dilakukan oleh seorang bayi yang menginjak usia sekitar tujuh samapi delapan bulan dalam hitungan pasaran jawa. Secara terminologi jawa tendak sinten berasal dari dua ata yaitu ‘tendak’ yang berarti turun dan ‘siten’ yang asal katanya dari ‘siti’ yang berarti tanah, maka jika digabungkan tendak siten berarti turun tanah yang bermakna sebagai penghormatan si anak kepada bumi tempat dia menginjakkan kakinya pertama kali ke tanah. Tujuan dari tradisi ini dimaksutkan agar si anak dapat menajadi priadi yang mandiri dna sukses dalam kehidupannya.

Tradisi ini masih lestari hingga kini dikarenakan masyarakat masih memegang teguh adat serta tradisi jawa. Disampaikan orang tua kepada anaknya dan anaknya kepada anaknya lagi dan seterusnya. Dan ada hal yang disebut pamali jika tidak melakukan tradisi tersebut yang nantinya akan berakibat buruk kepada anaknya.

Keunikan dari tradisi ini adalah pada saat fase acara dimana anak tersebut dikurung di kandang ayam dan di dalam kandang tersebut banyak diletakan berbagai macam benda. Benda pertama yang dipegang si anak diyakini akan menjadi gambaran tentang masa depannya, misalnya yang dipegang si anak adalah selembar uang maka diyakini masa depan si anak akan menjadi orang kaya. Wow.

Budaya Urban : budaya membeli barang diskon %

Daerah urban atau kota memiliki penduduk yang jauh lebih banyak dan peradapan yang relatif lebih maja daripada di desa. Dengan jumlah penduduk yang semakin banyak dan entah kenapa gaya hidup masyarakat kota adalah konsumerisme yang berlebih hingga berujung hedonisme membuat para produsen barang melihat ini sebagai peluan bisnis yang menjanjikan. Maka disuguhkanlah barang-barang diskon sehingga orang akan membeli barang yang mereka tidak butuhkan dan akan tetap membeli karena tetangga membeli itu.

Budaya ini terjadi hampir diseluruh kota-kota besar di indonesia. Yang menjadi keunikan disini adalah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dimana masyarakat ataupun seorang individu akan membeli barang tanpa memperhatikan apakah ia butuh itu atau hanya ingin itu dan sekali lagi mereka akan membeli itu karena tetangga mereka membelinya juga.

  kesimpulan : 

Dari dua budaya di atas dapat disimpulkan bahwa budaya rural adalah suatu budaya yang telah ada sejak dahulu dan diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya dan biasanya memiliki makna tentang kehidupan atau apapun yang lebih mendalam. Sedangkan untuk budaya urban sendiri menurut saya adalah suatu budaya yang tercipta dari masyarakat yang telah tersentuh oleh teknologi yang membuat semuanya menjadi lebih terbuka dan transparan.

Untuk keberlanjutannya budaya rural mungkin lebih tahan lama dari pada budaya urban. Hal tersebut dikarenakan pada wilayah urban diidentikan dengan semuanya serba cepat begitu pula dengan budaya semakin ia cepat datang semakin cepat pula ia menghilang.   



#unairhebat
#prodisejarahunair
#pptkbudayatradisiurban

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku Sejarah: Apanage dan Bekel (Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta (1830-1920))

Artikel: Sensus Penduduk Indonesia Pasca-Proklamasi

Kosakata [言葉] Bahasa Jepang [Part 2]