Mahasiswa Ilmu Sejarah Menghadapi Globalisasi dan Revolusi Industri 4.0

Seorang yang telah melangkah menuju
tangga kedewasaan yang bisa disebut mahasiswa, mengapa disebut demikian?.
Kerena bila kita meninjau dari definisi mahasiswa itu sendiri yang berasal dari
2 kata yaitu “maha” yang berarti besar dan “siswa” yang berarti bisa juga
disebut murid atau seseorang yang sedang mencari ilmu, dari 2 definisi kata
diatas kita bisa menyimpulkan bahwa mahasiswa adalah murid yang sudah besar,
makna kata besar disini bukan merujuk pada ukurannya melainkan kata besar yang
berarti sudah dewasa atau bisa juga disebut sudah mandiri dan bisa bertanggung
jawab atas tindakannya sendiri, dan mereka juga bisa berpikir kritis dan mampu
menganalisis setiap peristiwa dalam hidupnya.
Setelah membahas pengertian
mahasiswa selanjutnya adalah pengertian dari revolusi 4.0. Tetapi sebelum
membahas tentang revolusi industry yang 4.0, saya akan memaparkan terlebih
dahulu kenapa disebut revolusi industry ?. Hal tersebut terjadi pada saat
ditemukannya mesin tenun yang di namakan mechanical weaving loom (pada
Tahun 1784) yang menggantikan tenun manual yang bertenaga manusia, karena
adanya mesin tenun itulah yang sangat membantu pekerjaan manusia, begitu pula
yang terjadi pada sector indutri, disana terjadi perubahan yang sangat drastis atau
bisa disebut juga sebagai revolusi karena pekerjaan yang baisanya dikerjakan
oleh manusia kini dikerjakan oleh mesin. Produksi barang menjadi lebih cepat
daripada sebelumnya dan memerlukan perawatan yang lebih murah. Dengan semakin
berkembangnya zaman manusia mulai menemukan inovasi-inovasi yang lebih memudahkan
kehidupan manusia. Selanjutnya pada revolusi industry kedua yang ditandai
dengan adanya penemuan dari seorang bernama Henry Ford pada Tahun 1870, dia
menemukan sebuah alat yang bernama assembly line atau disebut juga roda
berjalan, dengan adanya alat ini pekerjaan menjadi jauh lebih cepat lagi dan
lebih efisien. Kemudian memasuki revolusi indutri yang ketiga di tandai dengan
munculnya computer yang member sumbangsih pada kehidupan manusia yang cukup
banyak pada setiap sector, mulai dari komunikasi hingga mmperoleh sebuah
infomasi menjadi cukup mudah. Yang terakhir adalah yang sedang kita alami
sekarang ini yaitu revolusi indutri keempat atau biasa orang menyebut sebagai
revolusi industry 4.0, revolusi ini di tandai dengan munculnya kecerdasan
buatan untuk robot atau yang lazim dikenal sebagai Artificial Intelligence (A.I)
dan terdapat pula mesin mesin yang mempunyai funsi yang dapat belajar, mesin
tersebut bisa membentuk suatu program baru yang diciptakannya sendiri yang
berasal dari pengalaman terhadap situasi yang dihadapi oleh mesin tersebut, seperti
halnya manusia yang sedang belajar. Dengan terjadinya revolusi industri 4.0,
membuat sebagian orang kehilangan pekerjaanya, tidak sedikit dari mereka yang
dipecat akibat digantikannya tenaga mereka dengan mesin yang lebih modern.
Dampak lain dari revolusi indutri
adalah semakin cepatnya persebaran informasi dan masuknya budaya asing ke dalam
Indonesia, hal ini menyebabkan lunturnya budaya bangsa sendiri, contohnya
adalah: kasus pemukulan mahasiswa dari papua oleh beberapa oknum polisi, pada
mulanya ada kabar di asrama khusus mahasiswa papua membakar bendera merah putih
dan membuangnya di selokan oleh ormas yang ada disana, karena kabar tersebut
membuat ormas melaporkannya kepada polisi, menaggapi Laporan tersebut polisi
segera bertindak dan menggrebek asrama mahasiswa papua, pada saat penggrebekan
polisi menggunakan gas air mata saat memasuki asrama dan menangkap 43 orang
mahasiswa yang ada disana. Karena tindakan polisi yang berlebihan dalam
menangani peristiwa tersebut, membuat polisi gagal memberikan jaminan
perlindungan, tetapi malah membenarkan tindakan diskriminatif, intimidatif, dan
rasisme terhadap mahasiswa papua dan selanjutnya karena merasa tidak
diperlakukan dengan baik, akhirnya mahasiswa papua tidak terima dan melakukan
unjuk rasa yang dilakukan oleh persatuan mahasiswa papua yang ada di seluruh
Indonesia dan di papua sediri, akibat informasi yang simpang siur beredar di
papua membuat terjadinya kericuhan menuntut papua merdeka. Sebab peristiwa
rasisme terhadap orang papua tidak hanya kali ini saja namun sudah terjadi
selama bertahun tahun. Semua hal tersebut terjadi akibat rendahnya nilai
toleransi dan adanya sikap rasisme yang dilakukan oleh oknum oknum yang tidak
bertanggung jawab.
Hal lain yang terjadi adalah semakin
cepatnya globalisasi terjadi di seluruh dunia, yang hal itu membuat budaya
bangsa indonesia itu sendiri menjadi luntur. Saat ini banyak anak muda yang
lebih menyukai budaya barat daripada budaya negeri mereka sendiri, mulai dari
cara berpakaian, makanan, hingga hilangnya nilai nilai luhur yang ada pada
bangsa Indonesia, contohnya seperti pada kejadian diatas. Karena para pemuda
dan pemudi di Indonesia yang telah lupa akan budayanya membuat bangsa indonesia
menjadi kehilangan identitas dirinya sebagai sebuah bangsa. Masalah tersebut
dapat teratasi jika para anak anak penerus bangsa dapat sadar akan pentingnya
memahami sejarah, dengan memahami sejarah maka kesadaran akan kebudayaan bangsa
akan tumbuh dan meraka akan berusaha untuk melestarikan budaya tersebut.
Sejarah yang telah bangsa ini bangun
semenjak dahulu kala, perjuangan perjuangan para pahlawan untuk membuat negeri
ini merdeka, dengan pengorbanan harta benda bahkan nyawa mereka pertaruhkan
demi Indonesia. Telah dilupakan oleh anak-anak zaman sekarang, pada saat
pelajaran sejarah di sekolah pun mereka
banyak yang tidur, mereka telah terhipnotis oleh budaya barat yang belum tentu
baik untuk mereka, mereka mengatakan bahwa pelajaran sejarah yang ada di
sekolah sangat membosankan dan membuat mengantuk, tentu hal ini perlu menjadi
perhatian bagi kita semua bahwa bukan hanya murid saja yang harus disalahkan
namun semua elemen mulai dari guru yang memberikan pelajaran yang monoton dan
membuat murid menjadi cepat bosan bahkan sampai mengantuk di kelas, tapi
meskipun begitu apalah daya guru hanya bisa mengikuti buku panduan atau sistem
mengajar yang diberikan oleh mentri pendidikan yang berbasis kurikulum. Jadi
hal inilah yang harus menjadi tanggungan oleh mahasiswa khususnya mahasiswa
ilmu sejarah untuk memberikan cahaya baru bagi pendidikan sejarah di Indonesia,
dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang dengan pesat. Mahasiswa
bisa membuat suatu metode belajar di luar pelajaran yang ada di sekolah yang
menyenangkan, misalnya membuat animasi interaktif yang membuat para murid tidak
mudah bosan. Hal ini dilakukan dengan maksud agar anak anak di Indonesia dapatmenjadi
lebih bersemangat dalam belajar, khususnya agar dapat kembali mengenali dan
memahami sejarah bengsa mereka sendiri.
Meskipun telah memasuki era revolusi
industry 4.0 bukan berarti peran mahasiswa ilmu sejarah menjadi menghilang.
Namun semakin dibutuhkan seorang lulusan dari ilmu sejarah, salah satunya
adalah bekerja dibagian arsip untuk mengurusi dokumen-dokumen dan merawat
dokumen lama peninggalan masa lalu yang disimpan di ruang arsip, yang mana
selanjutnya bisa digunakan untuk kepentingan penelitian-penelitian sejarah. Update
infomasi terbaru atau dalam bahasa jawanya itu melek informasi harus terus
digiatkan para mahasiswa khususnya mahasiswa ilmu sejarah yang dimana mereka
harus terbuka dengan semua sumber informasi, jika tidak demikian mahasiswa akan
tertinggal jauh dibelakang. Dengan adanya revolusi industri 4.0 seseorang
dituntut tidak hanya pintar saja tapi yang paling penting adalah berpikir
kreatif dan inovatif dalam menghadapi setiap masalah yang ada.
Nama :
Rizky Salam
Kelompok : Gandari
NIM :
121911433033
Comments
Post a Comment